Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Amsal Labusel Demo Di Gedung DPRD, Ketua DPRD Dituding Pengecut

Amsal Labusel Demo Di Gedung DPRD, Ketua DPRD Dituding Pengecut

Labusel, suarasumut.com – Ratusan massa ALiansi Mahasiswa Labusel(Amsal) melakukan Aksi demo lagi di depan Kantor DPRD Labusel, Kamis (29/1). Aksi demo yang mereka lakukan kali ini lebih banyak jumlah massanya dari yang sebelumnya saat mereka melakukan aksi demo di Kantor Bupati jalan M.Yamin Kota Pinang.

Orasi yang mereka serukan sama dengan tuntutan mereka saat aksi di Kantor Bupati beberapa minggu yang lalu, menuntut beasiswa yang sudah dijanjikan Bupati bagi mahasiswa yang berprestasi. Bentuk kekecewaan mereka didasari Bupati Wildan menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa yang yang kuliah di luar Kotapinang misalnya di Medan.

Massa Pendemo dari Aliansi Mahasiswa Labusel bersekukuh dan bertahan tidak mau bubar kalau ketua DPRD tidak menemui mereka untuk membuat kesepakatan dan jawaban yang pasti kalau kapan RDP dengan Bupati bisa dilaksanakan. Walau Wakil Ketua DPRD Arwi Winata sudah dihadapan mereka, Arwi berjanji akan mengu payakan RDP segera dilaksanakan pada hari, Senin (2/2).

Sempat terjadi kericuhan pada saat aksi massa akan membakar ban mobil,namun berhasil digagalkan pihak polisi yang dipimpin oleh Kapolsekta Kotapinang Kompol Mustafa Nasution yang didampingi Iptu H.AS.Lubis Kaurbin Ops Sat Sabhara Polres Labuhanbatu. mereka menunjukkan bentuk kekecewaan mereka kepada anggota DPRD. Para aksi mengatakan, mereka muak dengan janji-janji palsu yang mereka dengar.

Ridho Ramdhani Ketua Koordinator Aksi menuding Ketua DPRD pengecut, tidak berani memanggil Bupati untuk RDP. Pasalnya jauh sebelumnya pengajuan surat untuk RDP sudah dikirim namun pihak DPRD belum juga merealisasikan, mereka merasa hak-hak mahasiswa di kebiri Bupati dan tidak adanya kepedulian.

Menurutnya, banyak mahasiswa yang merupakan penduduk Labusel yang kuliah di Labusel yang berprestasi tetapi tidak adanya perhatian Pemkab untuk memberi beasiswa. Sementara mahasiswa yang kuliah diluar daerah diberi beasiswa sehingga hal ini menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial dikalangan mahasiswa.”Kami menganggap semboyan dan visi-misi Bupati membangun tanah kelahiran semua itu bohong bagi kami,”kata Ridho dalam orasinya.

Pantauan suarasumut.com, menunjukkan kekecewaan mereka terhadap Bupati dan Ketua DPRD, para aksi demo membawa bentuk kerenda jenajah dan pocong saat mereka melakukan aksinya. Mereka mengatakan ini mencerminkan Ketua DPRD dan Bupati sudah mati dimata mereka

Arwi Winata Wakil Ketua DPRD mengatakan dihadapan massa Aliansi Mahasiswa Labusel siap mewujudkan keinginan para Mahasiswa Labusel yang melakukan aksi untuk segera melaksanakan RDP. Dia menjelaskan,”saya juga salah satu pimpinan DPRD, tanpa Ketua DPRD saya juga punya hak untuk mendesak untuk dilaksanakan DPRD, dalam waktu dekat ini pada hari, Senin depan (2/2).

Saat usai mendengar penjelasan dari salah satu pimpinan DPRD Labusel Arwi Winata yang diusung Partai Gerindra, massa langsung membubarkan diri dan menunggu janjinya.(wd/ss/ls)

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...