Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Alasan Penundaan Pembacaan Putusan, Majelis Hakim Beda Pendapat

Alasan Penundaan Pembacaan Putusan, Majelis Hakim Beda Pendapat

Rantauprapat, suarasumut.com – Hakim Ketua, Anita Silitonga dan Hakim Anggota, Dharma Setiawan saling beda pendapat terkait alasan penundaan pembacaan putusan perkara Abdul Arif Dalimunthe, Ilham Wahyudi, Muhammad Yamin Siregar dikarenakan terdakwa Frengky tidak hadir. Padahal, sesuai berkas perkara, ke-4 terdakwa di sidang di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat dalam berkas terpisah.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Rabu (11/2), penundaan sidang pembacaan putusan itu telah dilakukan sebanyak 3 kali dengan alasan ketidak hadiran Agus Frengky Hutagalung. Ironisnya, disidang pembacaan putusan ke-4, perkara tersebut tetap diputus Majelis Hakim sekalipun terdakwa Agus Frengky tidak hadir diperisidangan.

Anita Silitonga yang dikonfimrasi di halaman PN Rantauprapat mengaku, penundaan demi penundaan sidang pembacaan putusan dikarenakan menunggu kehadiran pengacara para terdakwa. Keterangan itu semakin menjelaskan Anita Silitonga hanya mencari pembenaran dikarenakan hal tersebut tidak pernah terungkap di persidangan. “Oh ya, saya baru ingat ini. Agus dan kawan-kawan itu mau didampingi pengacara dari Medan.

Belakangan saya dihubungi pengacara itu, bahwasanya dia (pengacara,red) tidak jadi mendampingi Agus dan kawan-kawan,” kilah Anita Silitonga kemarin.

Secara terpisah, Dharma Setiawan yang juga dikonfirmasi di halaman PN Rantauprapat, malah mendalihkan penundaan sidang pembacaan putusan tersebut dikarenakan hasil Musyawarah Majelis Hakim belum matching (sesuai,red). “Belum matching hasil musyawarah majelis,” kata Dharma Setiawan berkilah.

Disebutkan penundaan tersebut bukan dikarenakan menunggu setoran, Dharma menyebut hal tersebut merupakan seuzon. “Inilah, terus mau seuzon,” jawab Dharma Setiawan.

Perkara Abdul Arif Dalimunthe, Ilham Wahyudi, Muhammad Yamin Siregar telah divonis pada hari Senin tanggal 9 Februari 2015 sedangkan perkara Agus Frengky baru divonis pada hari ini. Para terdakwa disidang dalam berkas masing-masing secara terpisah dengan tuntutan 1 tahun 6 bulan. Majelis Hakim memvonis ke 4 terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun 2 bulan atau 4 bulan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Ke-4 terdakwa didakwa melakukan tindak pidana Pasal 112 ayat (1) junto Pasal 114 ayat (1) junto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sekalipun para terdakwa pesta sabu-sabu secara bersama-sama, namun pemberkasan perkara dilakukan secara terpisah-pisah. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
musyawarah majelis hakim, anita silitonga, alasan penundaan pembacaan putusan oleh hakim, apa musyawarah majelis hakim, musyawarah hakim

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...