Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Aksi Perdana Aliansi Masyarakat Pesisir Labuhanbatu Gegerkan Perusahaan Perkebunan

Aksi Perdana Aliansi Masyarakat Pesisir Labuhanbatu Gegerkan Perusahaan Perkebunan

Bilah Hilir | suarasumut.com  –  Aksi yang digelar masyarakat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu di Jembatan Negeri Lama kemarin (25/06) sebagai bentuk keperdulian terhadap kondisi badan jembatan dan jalan sontak membuat para pengusaha dan perusahaan yang memiliki armada diatas kapasitas jalan geger.

Pasalnya, aksi sebagai rasa solidaritas tersebut dilakukan masyarakat adalah bentuk rasa ketidakpuasan terhadap intansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satlantas dan Binamarga Provsu, sebab sejak jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat di empat kecamatan, antar kabupaten dan Provinsi tersebut dibangun tidak pernah pengawasan yang dilakukan intansi terkait.

Sehingga saat ini, kondisi badan jembatan dan jalan sangat memprihatinkan, ditambah lagi menjelang lebaran nanti, kondisi jalan dan jembatan menjadi momok yang menakutkan, karena rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang berlubang dan badan jembatan yang berlubang ini disebabkan muatan armada yang berlebihan dari kapasitas jalan yang hanya menampung beban 8 ton dengan kelas III b.

Sedangkan tuntutan dari aksi yang dilakukan oleh aliansi masyarakat pesisir ini adalah meminta kepada Pemerintah segera menertibkan armada yang dimiliki perusahaan dan pengusaha yang over tonase, serta menindak tegas oknum perusahaan dan pengusaha sesuai hukum.

Osnel Manik selaku Ketua aksi mengatakan, kalau aksi ini akan terus berlanjut nantinya sampai Pemerintah melalui intansi yang berkompeten menyahuti tuntutan mereka tersebut. “Kami akan terus berkomitmen melanjutkan aksi ini hingga Dinas Perhubungan dan intansi terkait menanggapi tuntutan kami, dan dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat ke Dishub Kabupaten, Provinsi Sumatera Utara dan Kapoldasu sebagai pelengkap aksi kami selanjutnya,”jelasnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun awak media, beberapa perusahaan sudah mulai gelisah dengan aksi perdana yang dilakukan aliansi masyarakat ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Saipul saat dikonfirmasi oleh salah satu anggota Aliansi melalui selulernya berkilah tidak mempunyai kompeten dan tanggung jawab dengan jalan lintas ini, menurutnya Dishub Provinsilah yang seharusnya mengawasi jalan tersebut. “Itu tanggung jawab Dishub Provinsi sebab status jalan tersebut adalah jalan Nasional, sedangkan yang menjadi tanggung jawab kita adalah jalan Kabupaten,”ungkapnya singkat dari balik Hp.

Aksi yang dilakukan aliansi masyarakat pesisir ini sempat menyetop beberapa armada yang over tonase, namun dilepas oleh anggota Polsek Bilah Hilir, namun aksi yang berjalan sekitar 3 jam tersebut berlangsung damai.

AKP PS.Simbolon meminta kepada para demonstran agar tidak melakukan penyetopan truck dengan alasan menghindari kemacetan lalulintas, bahkan dia bersedia mengawal para demonstran untuk melakukan aksi di Kantor Dishub Kabupaten.

Saparuddin SH Camat Kecamatan Bilah Hilir melalui selulernya, Minggu (26/6) mengatakan, kalau aksi yang digelar tersebut memang mengandung nilai positip, mengingat kondisi jembatan yang menghawatirkan, namun mengenai kondisi status jalan yang masih rancu apakah gawenya Provinsi atau Kabupaten membuat pengawasannya menjadi kurang maksimal.(ta/ss-lb)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...