Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Aksi Ke Dinsosnaker Simalungun, FORMIKOM Tuntut Kejelasan BLSM

Aksi Ke Dinsosnaker Simalungun, FORMIKOM Tuntut Kejelasan BLSM

Pamatangraya, suarasumut.com  –  Ratusan orang yang menyatakan dirinya sebagai Forum Masyarakat Miskin ( FORMIKON) datang berbondong – bondong menghampiri Kantor Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kabupaten Simalungun, Kamis (30/4).

Formikom menuntut kejelasan tentang kesejahteraan rakyat miskin. Menurut Lipen Simanjuntak selaku Koordinator aksi mengatakan dalam orasinya, bahwa banyak warga asal Nagori Marihat Marsada Kecamatan Dolog Panribuan yang tidak mendapat ketika disalurkanya dana kesejahteraan rakyat miskin.

Menurut Lipen, dana yang seharusnya disalurkan kepada si miskin ini malah diberikan kepada orang yang memiliki 11 lembu di Nagori tersebut. Ia juga menyampaikan, bahwa penyaluran BLSM/KSPS malah diberikan kepada Sekdes, Gmut/Kapling di Naogiri Marihat.

Hal ini juga diperparah dengan kejadian penyalurannya masih banya pihak masyarakat yang belum dicairkan BLSM/KSPSnya oleh pihak Kantor Pos, seperti yang terjadi di Kantor Pos Tiga Dolog malah memberikan BLSM/KSPS kepada warga yang bukan berdomisili di Kecamatan tersebut.
Massa yang datang dari Kecamatan Dolog Panribuan ini juga menuding Kadis Disosnaker tidak pro aktif terhadap penderitaan dan jeritan warga miskin.

Seorang nenek yang berumur 69 tahun juga turut menyampaikan didepan Kadissosnaker bahwa dia yang sudah tua renta malah tidak dapat bantuan yang diberikan pemerinta pusat itu. Ia juga mengatakan bahwa penghasilan ia dengan suami yang berumur 7 tahun lebih tua dari padanya itu harus pergi keladang orang lain agar dapat menyambung hidup mereka.

Di sela-sela aksi damai itu Kadissosnaker malah berdalih bahwa pendataan untuk mendapatkan bantuaan itu langsung dari pusat dan bukan tugas dan fungsi mereka. Mendengar hal itu massa tersebut malah mensoraki dan mengejekinya. Massa itu mengatakan bahwa mereka tidak akan pulang dari kantor itu sebelum mereka mendapat kejelasannya. “Aneh saja masa pemerintah pusat lebih tahu data warga sini dari pada pemerintah pusat,”jelas salah seorang kelompok aksi.

Mendengar penyataan massa itu Kadissosnaker malah menyuruh mendata langsung massa yang datang dan akan mendaftarkan mereka agar mendapat bantuan untuk orang miskin tersebut.(ts/ss/sm)

Kata kunci terkait:
lipen simanjuntak, naogiri

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...