Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Akibat Rebutan Pinang , Pemuda Ini Tewas Dianiaya

Akibat Rebutan Pinang , Pemuda Ini Tewas Dianiaya

Nias, suarasumut.com—Karena ibunya rebutan pinang dengan tetangga, SW tewas dianiaya. Sebelum tewas, Kamis (15/1) pukul 11.30, korban masih sempat mendapat perawatan di RSU Gunungsitoli beberapa hari akibat luka cekik dan bacok di sekujur tubuhnya.

Ibu korban SG yang ditemui wartawan di RSU Gunungsitoli, memberitahu anaknya tewas akibat dianiaya AG, GG, AGT, IGT dan GP, Selasa (30/12) yang lalu. Selain anaknya SW, dia bersama anak bungsunya AW yang masih mendapat perawatan di RSU Gunungsitoli ikut dianiaya pada hari yang sama .

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Lolofitu Moi, dan kelima pelaku yang sudah kabur kini masih dalam pencarian pihak Kepolisian ujarnya.

Kepada wartawan, SG menceritakan, penganiayaan terhadap ketiganya terjadi akibat buah pinang disamping rumahnya, dimana sebelum kejadian, AG dan GG memetik buah pinang milik milik mereka yang ada disamping rumah.

Karena ditegur, AG dan GG meninggalkan begitu saja buah pinang yang telah mereka petik dan masukkan di dalam karung, namun, satu jam kemudian kembali bersama AGT, IGT dan GP dengan membawa parang masing masing digenggaman.

Tanpa basa basi, mereka diserang kelimanya, namun dia berhasil menyelamatkan diri dan sembunyi di dalam rumah, tetapi kedua anaknya mengalami sejumlah luka serius di sekujur tubuh, kaki dan tangan, sehingga dirujuk ke RSU Gunungsitoli setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas.

SG berharap pihak Kepolisian dapat menangkap para pelaku penganiayaan yang menyebabkan anaknya tewas dan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka. Kapolsek Lolofitu Moi AKP.Hotma Galingging hingga saat ini belum bisa dihubungi wartawan, karena nomor telepon selulernya tidak aktif.(sp/ss/ni)

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...