Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› AKBP.Yofie Girianto Putro, S.Ik Ingin Bertugas Lebih Lama Di Polres Nias

AKBP.Yofie Girianto Putro, S.Ik Ingin Bertugas Lebih Lama Di Polres Nias

Gunungsitoli, suarasumut.com — Mantan AKBP., S.Ik mengatakan, dia masih ingin bertugas lebih lama di Polres Nias. Menurut dia, Pulau Nias tempat yang aman, nyaman dan lebih indah dari Pulau Bali.

Hal tersebut diungkapkan AKBP.Yofie Girianto Putro, S.Ik pada acara pisah sambut dengan Kapolres Nias yang baru AKBP.Bazawato Zebua, SH, , di Aula Kamtibmas Polres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, , Selasa (22/9).

“Waktu mendapat surat perintah tugas ke Nias, banyak senior saya yang mengingatkan supaya saya harus berhati hati menjalankan tugas di Nias. Tetapi, saat tiba di Nias, saya diterima dengan baik. Bahkan saya buktikan sendiri, saya diterima dengan baik oleh warga Nias hingga yang ada di pelosok, bahkan saya punya banyak teman di sini,” ungkap AKBP.Yofie Girianto Putro, S.Ik yang kini menjabat sebagai Kapolres Simalungun.

Menurut Yofie, Pulau Nias merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk bertugas. Bahkan dia menekankan, Nias sangat indah dan lebih indah dari Bali, sehingga dia masih ingin bertugas di Pulau Nias 3 sampai 5 tahun lagi.

Dia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Nias, dan personil Polres Nias yang telah menerima dia dan keluarga dengan baik selama ini, bahkan mau menjadi teman yang baik setiap hari dalam melaksanakan tugas di Polres Nias.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Nias dan personil Polres Nias yang telah menerima kami sekeluarga dengan baik, dan mau menjadi teman kami selama bertugas di Polres Nias. Saya juga meminta maaf apabila ada kesalahan, dan meminta restu supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik di Polres Simalungun,” tutur Yofie.

Utamakan Pendekatan Dalam Pelayanan

Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH pada kesempatan yang sama, mengungkapkan kebanggaannya karena bisa dipercaya memimpin Polres Nias. Dia yakin, kebanggan tersbeut juga turut dirasakan seluruh yang hadir pada acara pisah sambut Kapolres Nias.

Dalam ungkapannya, Bazawato berharap personil Polres Nias bisa menerima dia apa adanya, dan dia mengakui jika sikap dan kepemimpinannya tidak sama dengan Kapolres Nias sebelumnya, tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kedatangan saya adalah untuk membantu warga Nias yang buta akan hukum, sehingga cenderung menyelesaikan masalah dengan berkelahi. Saya akan mengajak Kabag dan Kasat untuk terjunlangsung ke desa yang terisolir seperti Ma’u, Somolo Molo dan desa lainnya, agar bisa memberikan pemahaman tentang hukum secara langsung kepada masyarakat,” beber Bazawato.

Selain itu, dia akan memberdayakan masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di daerahnya, sesuai dengan program Kapolri yang lebih menekankan penyelesaian masalah dengan melakukan pendekatan.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

KSOP Gunungsitoli Gelar Diklat Gratis Untuk Nelayan Gunungsitoli, suarasumut.com-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Gunungsitoli gelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor (KLM) secara gratis untuk nelayan di Kepulauan Nias. Jika berminat, nelayan di Kepulauan Nias bisa mendaftar di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mulai tanggal 17 Oktober sampai 1 November 2018. Hal tersebut disampaikan kepala KSOP Kelas V Gunungsitoli Merdi Loi ketika di temui di kantor KSOP kelas V Gunungsitoli, Jum,at 19 Oktober 2018. Merdi memberitahu, diklat gratis kepada nelayan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan digelar selama lima hari atau tanggal 12 sampai 16 November 2018 di komplek pelabuhan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Nelayan yang berminat bisa mendaftar di kantor KSOP dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit pemerintah. Membawa foto copy izajah minimal SD, dan bagi yang tidak punya izajah bisa diberi dispenisasi harus benar-benar nelayan, foto copy KTP/SIM, umur minimal 16 tahun dibuktikan surat akte kelahiran atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa, foto ukuran 3x4 latar belakang berwarna dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk snack dan makan siang para peserta selama pelaksanan diklat kita yang menanggung, dan usai mengikuti diklat, para peserta akan mendapat sertifikat basic safety training (BST) nelayan, sertifikat keterangan kecakapan (SKK) nelayan dan alat keselamatan (life jacket). Tidak lupa Merdi menambahkan jika pada tanggal 2 November 2018 akan dilakukan pemeriksaan buta warna oleh tim Dokter Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan selama pendaftaran dan pelaksanaan diklat sampai diterbitkan sertifikat, peserta diklat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. "diklat khusus kita gelar bagi masyarakat yang benar benar nelayan dan tidak diterima peserta diklat yang profesinya bukan nelayan.AL

Meriahkan HUT Pemko Padangsidimpuan 158 Anak SD Dan TK Ikuti Lomba Mewarnai

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang ke-17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.