Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Air Pasang Surut, Nelayan Sungai Barumun Kesulitan Cari Hasil Tangkapan

Air Pasang Surut, Nelayan Sungai Barumun Kesulitan Cari Hasil Tangkapan

Labusel, suarasumut.com – Para nelayan yang berada di wilayah pinggiran sungai Barumun kelurahan Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labusel, merasa kesulitan mencari ikan pada musim kemarau berakibat air pasang surut(Naik Turun-Red). Sehingga hasil tangkapan ikan yang didapat jauh berkurang.

Burhan (35) seorang nelayan warga Kampung Labuhan Kotapinang, Senin(15/6) mengatakan, saat ini para nelayan termasuk dirinya merasa kesulitan mendapat tangkapan ikan sungai seperti ikan baung, udang dan jenis ikan sungai lainnya.

Bahkan berkurangnya, hasil tangkapan ikan yang diperoleh sudah enam bulan terakhir. Akibat air sungai yang mengalami naik turun sehingga tak heran kalau nelayan sungai barumun hanya mendapat tangkapan ikan dengan ukuran yang kecil. Hal itu berimbas pada penghasilan para nelayan, akhirnya membuat nilai jual ikan jauh lebih mahal.

“Kalaupun dapat, paling ikan dengan ukuran kecil yang harganya cukup tinggi sekali, sebab, sulit mendapat ikan sungai saat ini,” ujar Burhan.

Hal senada juga disampaikan Ridwan (35), hasil tangkapan ikan tahun ini
berbeda dengan tahun lalu. Sebab kalau dulu para nelayan untuk hasil tangkapan rata-rata mencapai antara 10 Kg-12Kg perhari. Dengan beberapa jenis seperti ikan baung, ikan pahitan dan udang tetapi tahun ini para nelayan hanya rata-rata mendapat 3Kg sampai 4 Kg. Bahkan para nelayan pun harus hijrah ke aliran sungai di daerah kabupaten Rokan Hilir.

“Jadi tak heran kalau seperti ikan baung yang ada di pasar Inpres Kotapinang dipasok para nelayan untuk hasil tangkapan dari Rokan Hilir,” Sebutnya.

Ridwan mengaku, selain berkurang para nelayan pun sulit untuk mendapat ikan yang berukuran besar untuk ukuran 2Kg sampai 4 Kg tetapi hanya rata-rata untuk berat ikan 90 ons hingga 1,5 Kg, mungkinkarena faktor cuaca yang cukup panas dan terkadang disertai naik dan turunnya air. Padahal, kata Ridwan, tangkapan ikan besar sebagai salah satu andalan nelayan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, namun saat ini sangat jarang didapat oleh nelayan.

Terhitung, sejak bulan Desember 2013 hingga bulan Juni seakan-akan ikan sungai dengan ukuran besar di aliran sungai Barumun menghilang dan sulit didapatkan.

“Bisa saja habitat ikan menghilang karena tidak tahan dengan iklim kemarau, sehingga ikan besar melakukan ke hulu sungai ataupun ke daerah lain karena terdengar di daerah berombang ikan sungai banyak,”Terang Ridwan.

Secara terpisah, Boru Pane pemilik rumah makan diinti perkotaan Kotapinang mengakui, harga untuk ikan baung saat ini sudah mencapai
Rp80 ribu perkilo sedangkan udang sungai harganya mencapai Rp160 ribu perkilo.

Sedangkan kenaikkan harga ini sudah lebih kurang selama dua bulan terakhir. Padahal, biasanya untuk harga ikan baung kalau dihari normal itu hanya berkisaran Rp60 ribu hingga Rp65ribu dan udang hanya berkisaran Rp90 ribu perkilonya

“Jelang bulan Ramadhan, harga ikan baung dan udang diprediksi akan terus mengalami kenaikkan karena langka seperti tahun lalu minggu kedua bulan puasa harga ikan baung sempat mengalami Rp100 ribu dan udang Rp250 ribu perkilonya,” Jelasnya.

Amatan sejumlah media perahu kayu milik nelayan sungai (Sampan), ditambatkan dipinggiran aliran sungai Barumun terlihat tidak dipergunakan para nelayan dikarenakan sulitnya mencari hasil tangkapan komoditi jenis hewan sungai.(mh/ss/ls)

Kata kunci terkait:
air sungai pasang sukar cari ikan, air sungai barumun melu dan menggulung kapal artinya, jenis ikan di sungai barumun

Lihat Juga

Kapolres: Preman Jalanan Di Wilkum Labuhanbatu Akan Tembak Ditempat.!

  Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sebagai langkah dan upaya untuk terus menjaga Kondusifitas Wilayah hukumnya, ...