Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Adhyaksa Dault: Mencintai Nabi Muhammad Berarti Satunya Kata Dengan Perbuatan

Adhyaksa Dault: Mencintai Nabi Muhammad Berarti Satunya Kata Dengan Perbuatan

JAKARTA | suarasumut.com  –  Hari ini, Jumat 1 Desember 2017, umat Islam sedunia memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad saw., atau yang biasa disebut Maulid Nabi. Dalam rangka ini, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengajak umat Islam untuk meneladani dan mengamalkan ajaran Nabi dan Rasul terakhir ini.

“Kepada umat Islam seluruh dunia, selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momen untuk meningkatkan gotong-royong, persatuan, dan kapasitas agar cita-cita Indonesia menjadi juara di segala bidang pada tahun 2045 bakal terwujud,” ujar Adhyaksa Dault di Jakarta, Jumat (1/12).

Pria yang hobi mendaki gunung ini juga mengajak umat Islam untuk melaksanakan ajaran Nabi. Sebab, kata dia, umat yang mencintai beliau adalah ia yang benar-benar melaksanakan ajaran dan meneladaninya.

Menurut Menpora Periode 2004-2009 ini, Nabi Muhammad adalah pribadi yang jujur, pekerja keras serta perkataannya sesuai perbuatan. “Satunya kata dengan perbuatan menjadi bukti bahwa kita mencintai dan meneladani beliau,” paparnya.

Adhyaksa melanjutkan, akan datang pada manusia tahun-tahun penuh muslihat, di mana orang-orang jujur dikatakan pembohong, orang bohong dikatakan jujur. Selain itu, kata dia, akan muncul juga orang-orang oportunis (ruwaibidhah) yang bicara atas nama umat dan bangsa, padahal untuk kepentingan dirinya sendiri.

Ia kemudian mengutip sebuah hadist Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah.

“Rasulullah bersabda, ‘Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah turut bicara.’ Lalu, beliau ditanya, ‘Apakah ruwaibidhah itu?’ Beliau menjawab, ‘Orang-orang bodoh yang mengurusi perkara umum.'”

“Rasulullah memang tidak menjelaskan kapan akan datang tahun-tahun kemunafikan itu, namun ada tiga tanda yakni kemungkaran, kemunafikan, dan kemaksiatan merajalela,” tegasnya.(pr/ss-jk)

Lihat Juga

Ket gbr : Serda OP Hutauruk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun Yang Hingga Kini Belum Ditemukan, Kamis (21/06/2018)/sumber foto : penrem 023/ks.

Ratusan Penumpang KM Sinar Bangun Salah Satunya Anggota Koramil 04/Harian Boho

Simalungun | suarasumut.com  –  Salah satu penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *