Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Ada Aparat Back up CPO di Labuhanbatu?, Hampir Setahun Tak Tersentuh Hukum, SBMI Ancam Akan Demo Mapolres

Ada Aparat Back up CPO di Labuhanbatu?, Hampir Setahun Tak Tersentuh Hukum, SBMI Ancam Akan Demo Mapolres

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Ketua Serikat Buruh Indonesia (SBMI) Kabupaten Labuhanbatu Raya mempertanyakan siapa oknum aparat pembekap CPO di Labuhanbatu jika ada?. Karena hampir mencapai setahun lebih bisnis CPO yang berada di Bulu cina, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu hingga kini tetap beroperasi.

“Hampir setahun lebih bisnis haram itu beroprasi, siapa pembekapnya? Siapa dalangnya? kok sampai terang-terangan mereka bermain itu,”kata Ishak Ketua SBMI pada suarasumut.com, Senin (14/5/2018).

Katanya, meski jarak kantor Polres Labuhanbatu tidak jauh dari lokasi bisnis mafia itu, tapi bisnis tersebut masih tetap beroperasi hingga mencapai tahunan. Untuk itu diharapkan orang nomor satu di Mapolres dapat menindak tegas atas bisnis mafia tersebut yang telah berlangsung lama itu.

“Kita berharap ada tindakan dari aparat atas adanya mafia tersebut. Jagan sampai masyarkat labuhanbatu mempunyai pikiran jelek terhadap aparat, sebab hingga sampai saat ini mafia itu belum juga tersentuh hukum,”bilang Ishak.

Katanya lagi, jika hal ini tidak diindahkan oleh aparat atas maraknya CPO di Labuhanbatu, mereka melalui Buruh akan melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolres Labuhanbatu atas CPO yang di Bulu cina itu.

“Saya pastikan jika tidak ditindak lanjuti maraknya CPO itu melalui buruh kita akan demo ke Mapolres Labuhanbatu. Yang pasti dalam waktu dekat jika tidak ditindak lanjuti kita akan demo, “ungkap Ishak.

Ditambahkannya, atas maraknya CPO tersebut kwalitas CPO di Sumatera utara menjadi rendah (Rendemen) sehingga berdampak harga penjualan sawit masyarakat menjadi rendah bahkan merugikan negara dan petani sawit.

“Kalau tidak ada mafia ini maka kwalitas minyak sawit di Sumatera Utara diperkirakan menjadi 24 persen tentunya penjualan sawit masyarakat menjadi tinggi seperti harga penjualan sawit di Propinsi Riau,”tambah Ishak.

Tempat terpisah Ketua LSM Baris Ramses Marulitua SH juga mengesalkan atas maraknya CPO di Labuhanbatu. Ia juga berharap adanya tindakan dari aparat.

“Kita harap ada tindakan dari aparat kepolisian, jika tidak mampu kita berharap sebaiknya persoalan ini ditangani pihak TNI,”pungkas Ramses.(Ab/ss/lb).

Lihat Juga

Pengurus FKUB Kabupaten Nias Periode 2018 – 2023 Dibentuk

Nias | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Nias membentuk pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) periode ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *