Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Acara Coffee Morning, Dinkes Labura: Kami Bukan Pemuas

Acara Coffee Morning, Dinkes Labura: Kami Bukan Pemuas

Aek Kanopan, suarasumut.com – “Selama ini kami sudah berupaya untuk melakukan yang terbaik, jadi kalau pun masih ada masyarakat yang merasa kurang puas, kami mohon maaf, sebab kami bukan pemuas,” demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Burhanuddin Harahap,Mkes melalui Sekretarisnya dr Asal Meliala dihadapan puluhan wartawan saat dinasnya didaulat menjadi nara sumber pada acara Coffee Morning antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Labura, Jumat (27/3).

Dalam acara yang merupakan agenda rutin triwulan Bagian Humas dan Infokom Sekretariat Daerah Pemkab Labura itu, terungkap bahwa masih banyak persoalan dibidang kesehatan yang harus dibenahi di daerah ini. Angka kematian ibu hamil misalnya, daerah ini, tiap tahunnya masih harus mencatat terjadinya kasus kematian ibu hamil. Demikian juga halnya dengan kasus gizi buruk, sama halnya dengan kematian ibu hamil, di daerah ini juga masih selalu terjadi minimal 1 kasus per tahun.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tigor Pasaribu, masih terjadinya kasus kematian ibu hamil dikarenakan beberapa faktor, di antaranya adalah jarak tempuh masyarakat yang sangat jauh dari pusat layanan kesehatan. Selain itu, dikatakan Tigor, minimnya Sumber Daya Manusia di pusat-pusat layanan kesehatan juga masih menjadi kendala utama mereka dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

Sementara itu, di bidang jaminan kesehatan, Kepala Bidang Jaminan Kesehatan dr Yulidawati Pasaribu menerangkan, untuk saat ini, dari 330.451 jiwa penduduk Labura, sudah tercatat sekitar 137.892 orang yang terdaftar dalam berbagai program jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah. Untuk Jamkesmas tercatat 98.695 peserta, Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum (PJKMU) sebanyak 10.263 yang ditanggung oleh APBD Labura, 6.709 ditanggung dalam APBD propinsi Sumatera Utara, 12.200 peserta Askes (termasuk Pegawai Negeri Sipil), 9.905 peserta Jamsostek, dan 120 peserta Askes lainnya.

Yuli mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan dalam peningkatan jumlah masyarakat Labura yang akan dijamin kesehatannya oleh Pemkab Labura. “Ini akan terus kami kembangkan, mudah-mudahan dalam tahun ini, kita bisa mencatatkan seluruh warga Labura dalam berbagai program jaminan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah,” terang Yuli.

Di acara yang digelar di aula Dinas Perhubungan itu, terungkap juga bahwa masih banyak toko obat, Balai Pengobatan Masyarakat (BPS) dan praktek bidan di daerah ini yang beroperasi tanpa ijin resmi. Sesuai keterangan yang diberikan salah seorang wartawan, di Kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan saja terdapat sedikitnya 18 toko obat yang beroperasii secara illegal. Hal ini hampir dapat dipastikan benar, sebab sesuai keterangan dari Dinkes Labura, saat ini hanya ada sebanyak 19 toko obat, 8 BPS, dan 2 klinik se Labura yang memiliki ijin resmi dari pemerintah.

Pun demikian, meski masih banyak kekurangan di bidang pelayanan kesehatan, dinas ini dinilai cukup berhasil dalam melakukan membangun infrastruktur kesehatan di daerah ini. Jumlah Pustu yang pada awal berdirinya kabupaten ini hanya berjumlah 47 unit kini telah berhasil dikembangkan hingga mencapai angka 59 unit.(rz/ss/lu)

Kata kunci terkait:
dinkes labura tigor pasaribu

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...