Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› 6 Ruko Dan 1 Pusat Pelatihan Milik BNKP Terbakar

6 Ruko Dan 1 Pusat Pelatihan Milik BNKP Terbakar

Gunungsitoli, suarasumut.com — Sebanyak 6 unit bangunan rumah toko (Ruko) dan 1 unit bangunan pusat pelatihan jahit mejahit milik Banua Niha Keriso Protestan () yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli terbakar, Jumat (7/8). Tidak ada korban jiwa pada kebakaran yang terjadi mulai pukul 4.50 wib dan padam pada pukul 07.00 wib tersebut.

Tamatan Zendrato alias (40), pemilik kedai Mie James yang ditemui wartawan di lokasi kejadian mengatakan, api awalnya berasal dari rumah Davrit Chaniago. Rumah Davrit Chaniago berada tepat disamping ruko yang dia sewa kepada BNKP, dan hanya dibatasi jalan setapak.

“Awalnya kami tidak tahu ada kebakaran, namun saya terkejut ketika melihat ada api yang merambat dari kabel listrik dan membakar plafon ruko yang saya tempati bersama keluarga. Saya langsung berteriak dan menyuruh seluruh keluarga saya keluar, tanpa membawa barang apapun,” ujar Tamatan Zendrato.

Kepada wartawan, Tamatan mengaku kesal dan kecewa atas lambatnya penanganan mobil pemadam kebakaran. Tiba di lokasi kebakaran, Mobil pemadam kebakaran tidak memiliki stok air di dalam tangki.

Karena tidak ada air, mobil kebakaran terlebih dahulu mengambil air dan butuh waktu yang cukup lama. Selain itu, di lokasi kebakaran, juga terjadi tarik menarik lokasi yang lebih diutamakan untuk dipadamkan, sehingga ruko yang dia tempati ikut terbakar.

Kerugian yang dia alami akibat kebakaran, dia perkirakan mencapai Rp 50 juta, dan dia berharap pemerintah membantu mereka, sehingga mereka bisa dapat berjualan kembali untuk menghidupi keluarga.

Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Soziduhu Lombu yang ditemui di lokasi kebakaran, tidak dapat memastikan asal mula api yang menyebabkan kebakaran. Soziduhu beralasan belum bisa mengambil keterangan pemilik rumah yang terbakar, sebab mereka sudah tidak ada di lokasi.

BPBD lebih mengutamakan pembersihan lokasi untuk memastikan apakah seluruh api sudah padam. Mengenai keterlambatan penanganan, dia mengakui akibat air dalam tangki pemadam kebakaran habis saat melakukan pemadaman, dan terpaksa harus diisi kembali dan mengambil air di lokasi yang membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam.

Namun, dia mengaku BPBD Kota Gunungsitoli sudah melakukan pemadaman secara maksimal dibantu BPBD . Akibat kekurangan armada, maka penanganan sedikit agak terlambat. “Saat ini kita hanya memiliki 2 unit mobil pemadam kebakaran, tetapi kita sudah anggarkan penambahan armada 1 unit tahun 2015. Kita juga mendapat bantuan 4 unit mobil pemadam kebakaran dari Jepang dan dalam proses,” ungkap Soziduhu.

Soziduhu menambahkan, yang dibutuhkan BPBD Kota Gunungsitoli selain mobil pemadam adalah 2 – 3 unit mobil tangki. Guna mobil tangki adalah untuk membantu ketersediaan air di mobil pemadam kebakaran, sehingga saat menangani kebakaran, mobil pemadaman tidak perlu meninggalkan lokasi untuk mengambil air.

Dari informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, ruko yang terbakar milik BNKP ada 6 unit dan i unit bangunan tempat pelatihan jahit menjahit milik BNKP.

Ruko tersebut adalah milik BNKP dan disewa 1 unit oleh Davril Chaniago sebagai tempat tinggal dan toko bahan sembako, 2 unit oleh Tamatan Zendrato yang digunakan sebagai rumah makan dan tempat tinggal, 2 unit oleh Sophie Marthin dan 1 unit oleh Ama wilja yang digunakan sebagai gudang.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.