Beranda ›› Headline ›› 13,42 % Penduduk Kabupaten Nias Belum Miliki Jaminan Kesehatan

13,42 % Penduduk Kabupaten Nias Belum Miliki Jaminan Kesehatan

Nias | suarasumut.com  —   Sebanyak 13,42 persen atau 22.368 jiwa penduduk Kabupaten Nias masih belum memiliki jaminan kesehatan. 86,58 persen atau sebanyak 132.675 jiwa sudah memiliki jaminan kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM pada kunjungan kerja Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI dr Bambang Wibowo, Sp.OG.(K) MARS di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, Jalan Ciptomangun kusumo, Kota Gunungsitoli, Selasa (28/2).

Menurut Bupati Nias, penduduk Kabupaten Nias berjumlah 153.240, dan dari 132.675 jiwa yang telah memiliki jaminan kesehatan, sebanyak 18 persen atau 23.885 jiwa diantaranya dibiayai melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Nias.

Penyelenggaraan Jamkesmas dilakukan untuk memberi jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Nias yang belum tercover melalui PBI Pusat dan PBI Propinsi Sumatera Utara, khususnya masyarakat miskin yang tidak mampu.

Tahun anggaran 2017, Pemkab Nias telah menganggarkan sebesar Rp 8 milliar untuk membayar iuran peserta program Jamkesmas yang telah integrasi dengan BPJS mulai tanggal 1 Mei 2017 yang lalu.

“Kondisi kesehatan di Kabupaten Nias saat ini masih dihadapkan pada masalah mendasar serta permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang belum optimal,” ujarnya.

Masalah tersebut diantaranya adalah derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit malaria, demam berdara, rabies, diabetes, tekanan darah tinggi dan HIV/Aids.

Ketersediaan sumber daya kesehatan, baik tenaga, dana dan kesehatan di kabupaten Nias juga masih terbatas, dimana masih ada 5 Puskesmas di Kabupaten Nias yang tidak memiliki dokter.

Selain dokter, hampir 60 persen tenaga kesehatan lainnya seperti analis gizi, sanitarian, dan tenaga farmasi juga tidak tersedia di Puskesmas.

Bahkan, RSUD Gunungsitoli saat ini masih membutuhkan beberapa dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih lebih pasca ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan se Kepulauan Nias oleh Menteri Kesehatan dan Gubernur Sumatera Utara.

Walau demikian, untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias, Pemkab Nias berkomitmen mememenuhi akreditas baik RSUD maupun Puskesmas, dan khusus RSUD Gunungsitoli telah dilakukan survei akreditas.

Survei akreditas rumah sakit versi 2012 telah dilaksanakan komite akreditas rumah sakit (KARS) pada tanggal 7 sampai 9 November 2017, dan hasilnya Paripurna (Bintang 5). (al/ss-ni)
.

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.