Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› 13.968 Jiwa Warga Kota Gunungsitoli Belum Rekam Data E-KTP

13.968 Jiwa Warga Kota Gunungsitoli Belum Rekam Data E-KTP

Gunungsitoli | suarasumut.com — Sebanyak 13.968 jiwa warga Kota Gunungsitoli hingga saat ini belum merekam data untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Warga yang belum merekam data hingga akhir September 2016 akan dikenakan sanksi adminitrasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Gunungsitoli Ya’aro Harefa, S.Pd ketika ditemui wartawan di kantor Disdukcapil Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Rabu (31/8).

Menurut Kadis Dukcapil Kota Gunungsitoli, jumlah warga Kota Gunungsitoli saat ini sesuai data konsolidasi bersih semester I tahun 2016 sebanyak 138.250 jiwa. Yang wajib memiliki KTP ada sebanyak 92.151 jiwa.

Namun, dari jumlah tersebut, hingga saat ini yang telah melakukan perekaman data untuk E-KTP baru berjumlah 78.183 jiwa, dan yang belum melakukan perekaman data hingga saat ini jumlahnya mencapai 13.968 jiwa.

Untuk memenuhi target sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri, Disdukcapil Kota Gunungsitoli melakukan sistim jemput bola. Petugas Disdukcapil turun langsung ke sekolah sekolah, pemukiman warga dan bahkan lembaga pemasyarakatan untuk melakukan perekaman data.

Selain itu, Disdukcapil Kota Gunungsitoli melakukan pemberitahuan melalui radio seperti RRI, dan melakukan siaran keliling mengajak warga untuk melakukan perekaman data, dan membagi bagikan selebaran ajakan kepada warga dan sanksi yang akan dikenakan jika tidak melakukan perekaman data batas akhir September 2016.

Bagi warga yang belum melakukan perekaman data hingga batas waktu akhir September 2016, menurut Ya’aro, warga tersebut akan dikenakan sanksi adminitrasi berupa penonaktifan KTP.

Warga yang KTPnya telah dinonaktifkan tidak akan mendapat pelayanan publik seperti layanan perbankan, kepolisian, kesehatan/BPJS, izin mendirikan bangunan dan pengurusan izin lainnya yang berhubungan dengan adminitrasi pemerintah.

Dalam melakukan perekaman data, Ya’aro mengungkapkan jika mereka juga mengalami beberapa kendala, dimana kendala yang paling riskan adalah terkait rusaknya sejumlah mesin perekaman milik Disdukcapil Kota Gunungsitoli. Dari 8 unit mesin perekaman milik Disdukcapil Kota Gunungsitoli, hingga saat ini yang masih berfungsi hanya sebanyak 3 unit.(al/ss-gs)

Kata kunci terkait:
Berita RRI gunung sitoli

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...