Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› 10 Siswa Diduga Konsumsi Narkoba, KPAID Labura Berharap Tetap Bisa Ikuti Proses Belajar

10 Siswa Diduga Konsumsi Narkoba, KPAID Labura Berharap Tetap Bisa Ikuti Proses Belajar

Aekkanopan | suarasumut.com  –  Komisi A DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara mengadakan rapat tertutup dengan Kepala Sekolah dan guru-guru SMP Negeri 1 Kualuh Hulu, Senin (13/2). Rapat dilaksanakan diruangan Komisi A, DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Rapat tertutup ini, membahas tentang 10 siswa SMP Negeri 1 Kualuh Hulu yang kedapatan sedang mengantongi Narkoba jenis Ganja 2 (dua) Amplop pada kantong siswa bernama (R). Dan setelah dilakukan pengembangan oleh pihak sekolah, (R) menyebutkan 9 (sembilan) lagi teman-teman yang mengisap ganja tersebut.

Awal terbongkarnya hal ini, sesuai keterangan Humas KPAID (Komisi Perlundungan Anak Indonesia Daerah) Kabupaten Labura Sukardi Sitompul, SAg, Senin (16/1) ke sepuluh anak-anak tersebut ada yang melihat mereka sedang merokok di luar sekolah. Selanjutnya, Rabu (18/1) pihak sekolah mengadakan pemeriksaan terhadap R siswa kelas 3 (tiga), dan pada kantongnya di temukan 2 (dua) AM ganja serta uang Rp. 200.000.

Sukardi Sitompul SAg selanjutnya menjelaskan, bahwa Sabtu (21/1) guru-guru dan orangtua rapat dengan hasil Ke 10 (sepuluh) siswa tersebut di pulangkan kepada orangtua.

Maka sejak, Senin tanggal 23 Januari sampai hari ini, Senin 13 Februari siswa-siswa tersebut tidak lagi masuk sekolah untuk mengikuti proses belajar.

Para orangtua siswa tersebut tidak terima anak-anak mereka di rumahkan oleh pihak sekolah. Dan hal ini memicu reaksi KPAID (Komisi Perlindungan Anak) tidak terima dengan keputusan yang merugikan hak progatif Anak tersebut.

Sikap yang diambil pihak sekolah merumahkan siswa-siswa tersebut. Dengan membiarkan anak-anak tersebut belajar di rumah, dengan memberikan buku untuk alat mereka belajar dirumah, sesuai keterangan yang diberikan oleh Anggota DPRD Komosi A Lumba Munthe, seusai rapat dengan Kepala Sekolah dan Guru-guru SMP Negeri 1 Kulaluh Hulu.

Ketua KPAID Labura Ahmad Ardiansyah Harahap, SH tetap mengharapkan supaya siswa tersebut dapat mengukuti proses belajar di Sekolah, merujuk pada UU Perlindungan anak pasal 9 (sembilan) ayat 1 (satu) bahwa si Murid berhak mendapat pengajaran di Sekolah. Mengingat ada sebagaian dari siswa tersebut sudah Kelas 3 (tiga) yang sebentar lagi menjadapi UN (Ujian Nasional).

Ahmad Ardiansyah, SH mengharapkan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Labura untuk bergerak cepat turun ke Sekolah, menyelesaikan hal ini supaya tidak terjadi polemik.

Idawati Imelda, Spd. salah seorang guru BP (bagian pembina) mengatakan, mereka hanya di rumahkan, siswa-siswa tersebut secara administrasi masih terdaftar di SMP Negeri 1 Kualuh Hulu. Kronologis dan laporannya sudah di laporkan pihak Sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kabid ketenagaan Sofian, Spd. M.Hum mengatakan, sudah menerima laporan dari pihak  SMP Negeri 1 Kualuh Hulu dan laporan ini sedang dalam proses.

Saat dikonfirmasi Ketua Komisi A M. Rulis Harahap, SIP mengatakan, hasilnya rapat tadi belum bisa  disampaikan, namun, Kamis (16/2) akan kita adakan rapat kembali dengan menghadirkan semua pihak yang terkait dengan hal ini.

Anggota DPRD Komisi A Lumba Munthe yang juga ditemui sedang berada di ruangan Komisi A mengatakan, tahun ini telah dianggarkan 1 M untuk dana pembangunan Kantor BNN, 1 M untuk dana rehapbilitasi, pencegahan dan sosialisasi. Kalaupun kurang nanti diambil di PAPBD 2017.

“Jadi solusi yang terbaik kita siap utuk merehap, setiap anak-anak yang terlibat Narkoba di Kabupaten Labura ini,”jelasnya.

Lumba Munthe mengharapkan siwa-siswa SMP Negeri 1 Kualuh Hulu ini, yang kelas 2 (dua) untuk direhab. “Sedangkan yang kelas 3 (tiga) kita pikirkan untuk mencari solusi apa ada waktu untuk merehap sebelum berlangsung UN (Ujian Nasional),”tambahnya.

Ketua KPAID Ahmad Ardiansyah Harahap, SH menekankan bahwa siswa-siswa ini adalah korban dari kejahatan Narkoba, mereka masih perlu bimbingan serta arahan dan berhak menerima pendidikan di Sekolah. Karena Program pemerintah adalah, wajib belajar 9 (sembilan) tahun.(bn/ss-lu)

Kata kunci terkait:
kantor kpaid labura, Smp negeri 1 kualuh hulu

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...