Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› 10 % Biaya Umum PNPM Pisew Di Panai Hulu Dipertanyakan

10 % Biaya Umum PNPM Pisew Di Panai Hulu Dipertanyakan

Labuhanbatu, suarasumut.com – Pengerjaan program PNPM Pisew sebesar Rp 1,1 Milyar di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu T.A 2014 menuai polemic dan mengundang pertanyaan di berbagai kalangan, khususnya seputar Biaya Umum (BU) yang dikutip oleh oknum Kantor Kecamatan setempat hingga 10 % .

Pasalnya, menurut keterangan sejumblah Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) selaku pengelola anggaran kalau BU yang disepakati dan tertulis di Surat Perjanjian Pemberian Pekerjaan (SP3) atau istilah lain kontrak kerja dana BU hanya berkisar 7 hingga 8 persen saja, namun kenyataannya pihak Kecamatan yang nota bene hanya selaku pengawas serta kelompok kerja (Pokja) menekan angka rupiah untuk BU tersebut hingga 10%.

Akibatnya, seluruh pekerjaan fisik yang ada tak memiliki kualitas secara optimal, hal ini lantaran anggaran yang seharusnya di peruntukan untuk pelaksanaan pekerjaan PNPM Pisew ini malah habis tersalur untuk “kantong-kantong” oknum yang hanya mementingkan ke untungan guna memperbanyak pundi-pundi rupiah.

SR selaku Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Panai Hulu saat disambangi suarasumut.com dikantor camat Panai Hulu 11/2, mengatakan kalau biaya umum yang disepakati sebelumnya dan tertulis di SP3 hanyalah berkisar 7 sampai 8 persen, namun begitu SR sama sekali tidak tahu menahu tentang pengutipan BU ini.

“ kalau menurut kontrak atau SP3 biaya umum memang disepakati berkisar 7 sampai 8 persen, tapi saya sama sekali tidak ada mengutip biaya umum tersebut kepada para LKD,”ungkapnya.

Disinggung mengenai pengutipan yang dilakukan salah satu oknum pegawai honor camat yang melakukan pengutipan kepada para LKD hingga sepuluh persen, SR mengatakan kalau dirinya sama sekali kurang tahu akan hal itu,” kalau ada yang mengutip BU sampai 10% ya…itu juga saya tidak tahu siapa oknum yang dimaksud,” sebutnya.

Sementara itu, beberapa LKD yang berhasil dikonfirmasi menyebutkan kalau yang melakukan pengutipan BU sebanyak sepuluh persen dari anggaran yang mereka terima adalah oknum pegawai kecamatan. “saya menyerahkan BU nya sama orang kecamatan, mereka juga ada yang memaksa supaya BU tersebut diselesaikan pada tahap pertama”terang salah seorang LKD.

Menanggapi hal ini, Aminullah Harahap selaku pemerhati masyarakat Panai Hulu menyampaikan kepada beberapa wartawan kalau pungli biaya umum ini memang sudah membudaya, sebab dari dahulu sampai saat ini kegiatan PNPM Pisew yang ada di Kecamatan Panai Hulu ini tidak pernah sesuai dengan harapan masyarakat, anggaran yang mereka terima pun kerap menjadi sasaran empuk para oknum Pemerintahan di wilayah Kecamatan Panai Hulu ini, jadi mustahil kalau kegiatan PNPM Pisew ini dapat terwujud sesuai harapan.

“Kami ini masyarakat hanya jadi korban para penguasa serta pemimpin di Kecamatan ini, bagaimana tidak sejak komando dipegang oleh peguasa saat ini, masyarakat di Kecamatan Panai Hulu tidak pernah merasakan makna dari program Pemerintah yang sebenarnya,melalui media ini saya berharap penegak hokum dapat melakukan proses penyelidikan terkait Biaya Umum PNPM Pisew ini,” pungkasnya.

Sedangkan Camat Panai Hulu Muslih,SH ketika dikonfirmasi melalui handphone nya guna mempertanyakan seputar masalah ini tidak merespon saat dihubungi dan enggan menjawab isi pesan singkat yang dikirim kendati sms dimaksud tertanda terkirim. (ta/ss/lb)

Kata kunci terkait:
isi sp3 pisew 2017

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...